Senin, 29 Februari 2016

PENGERTIAN GLOBALISASI ( PKN )


Pengertian Globalisasi

Kata globalisasi sebenarnya merupakan serapan dari bahasa asing yaitu bahasa Inggris globalization. Kata globalization sendiri sebenarnya berasal dari kata global yang berarti universal yang mendapat imbuhan -lization yang bisa dimaknai sebagai proses. Jadi dari asal mula katanya, globalisasi bisa diartikan sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikiran, gaya hidup maupun teknologi secara mendunia.

Globalisasi diartikan sebagai suatu proses dimana bata-batas suatu negara menjadi semakin sempit karena kemudahan interaksi antara negara baik berupa pertukaran informasi, perdagangan, teknologi, gaya hidup dan bentuk-bentuk interaksi yang lain.

Globalisasi juga bisa dimaknai sebagai proses dimana pengalaman kehidupan sehari-hari, ide-ide dan informasi menjadi standar di seluruh dunia. Proses tersebut diakibatkan oleh semakin canggihnya teknologi komunikasi dan transportasi serta kegiatan ekonomi yang merambah pasar dunia.

Seperti dua mata koin yang berbeda, globalisasi menawarakan keuntungan yang sangat besar dalam kemajuan perekonomian suatu negara tapi disisi lain ada juga damapak negatif yang ditimbulkan seperti lunturnya budaya luhur karena seruban budaya baru dari luar.



Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

Berikut di bawah ini merupakan pendapat para ahli yang mencoba mendefinisikan globalisasi, diantaranya:

1. Selo Soemardjan
Globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI

2. Achmad Suparman
Globalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah

3. Thomas L. Friedman
Globalisasi memiliki dimensi idiology dan tekhnologi. Dimensi tekhnologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia.

4. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang .

5. Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan
Globalisasi adalah proses yang meliputi penyebab, kasus, dan konsekuensi dari integrasi transnasional dan transkultural kegiatan manusia dan non-manusia.

6. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar - pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia .

7. Anthony Giddens
Globalisasi sebagai ‘intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah yang jauh dalam sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi bermil-mil jauhnya dan sebaliknya’.

8. Martin Albrown
Globalisasi menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global .

9. Princenton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.

10. Laurence E. Rothenberg
Globalisasi adalah percepatan dan intensifikasiinteraksi dan integrasiantara orang-orang, perusahaan, dan pemerintah dari negarayang berbeda.

11. Scholte
Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain

Ciri-Ciri Globalisasi ~ Globalisasi dewasa ini telah berubah menjadi kekuatan yang terus meningkat serta mampu menciptakan aksi dan raksi dalam segenap kehidupan manusia di bumi. Globalisasi akan menciptakan dunia yang terdiri dari negara-negara terbuka untuk saling berhubungan terutama dengan ditunjang teknologi informasi yang sedemikian canggih. Nah, pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan menhadirkan sebuah penjelasan lengkap tentang Ciri-Ciri Globalisasi, semoga bermnafaat. Check this out!!!

Menurut Thomas L. Friedman, seperti yang tertuang dalam bukunya yang berujudul "The Lexus and The Olive Tree" (1999), globalisasi mempunyai dimensi ideologi, yaitu kapitalisme dan dimensi ekonomi (pasar bebas). Selain itu, juga memiliki dimensi teknologi, yaitu teknologi informasi yang telah menyatukan dunia. Oleh karena itu, menurut Thomas L. Friedman, kita harus mengenakan "baju baru" atau "software" yang cocok untuk dapat mengikuti arus globalisasi.

Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.

  1. Perubahan konstelasi ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam (HP), televisi satelit, dan internet menunjukan bahwa perkembangan komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
  2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
  3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (televisi, film, musik, transmisi berita, dan olahraga internasional). Saat ini kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang mode cara berpakaian (fashion), literature, dan makanan.
  4. Meningkatnya masalaha bersama, misalnya di bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi reginoal.


  Tanda-tanda munculnya globalisasi adalah sebagai berikut.
  1. Menguatnya Ruang Pribadi (Personal Space)
    Ruang kebebasan pribadi untuk mengekspresikan pendapat, jati diri, dan kepribadian semakin menyempit. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pesan atau tuntutan-tuntutan dari kehidupan modern yang harus dilaksanakan. Akibatnya, beban moral semakin berat dan seolah-olah tidak ada lagi kemerdekaan pribadi untuk mengembangkan ide-ide aslinya. Ditambah lagi dengan nilai-nilai lama yang dijungkirbalikkan dan diganti dengan nilai-nilai baru yang materialistis.

  2. Sebagai Era Kompetisi
    Globalisasi memberikan tingkat kompetisi ekonomi-politik antar bangsa, baik dari kacamata struggle of power (konflik) maupun equilibrium (keseimbangan). Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Perdagangan luar negeri yang lebih bebas juga memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.

  3. Tingginya Intensitas Hubungan Antar Budaya, Norma Sosial, Kepentingang, dan Ideology Antar Bangsa.
    Internet dan satelit-satelit komunikasi menghubungkan banyak negara di dunia. Secara sosiologis, hal ini sering disebut sebagai desa buana (global village). Konsekuensi yang sangat penting dari adanya globalisasi adalah setiap bangsa dituntut memiliki kesiapan kultur untuk melakukan integrasi terhadap sistem internasional tanpa terkaburkan oleh identitas kesatuan nasionalnya. Selain itu, globalisasi menyebabkan terjadinya kesenjangan yang semakin melebar antara moralitas dan intelektualitas. Dengan demikian, globalisasi menyebabkan semakin besarnya tantangan atau problem kehidupan.

Menurut Martin Khor, seperti yang tertuang dalam bukunya yang berjudul "Rethinking Globalization" (2001), terdapat dua ciri utama globalisasi, yaitu sebagai berikut.

  1. Dalam globalisasi terdapat peningkatan konsentasi dan monopoli berbagai sumber daya dan kekuatan eknomoi oleh perusahaan-perusahaan transasioanl (multinasional). Perusahaan transational adalah sebuah perusahan yang menghasilkan barang atau melayani pasar di lebih dari satu negara.
  2. Globalisasi dalam kebijaka dan mekanisme pembuatan kebijakan nasiolan, yang meliputi bidang-bidang sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi yang tadinya berada dalam yurisdikasi suatu pemerintah dan masyarakat dalam suatu wialyah negara, sekarang bergeser menjadi dibawah pengaruh atau proses badan-bada internasinal atau perusahaan besar serta pelaku ekonomi dan keuangan internasional.

Dampak Globalisasi ~ Arus globlaisasi memepengaruhi selera, ekpresi, kepecayaan, media, nilai-nilai, ilmu pengetahuan dan teknologi, atau kepariwisataan seperti yang dijelaskan pajang lebar pada materi proses globalisasi. Pada satu sisi globalisasi telah menciptakan beberapa peluang yang dapat menguntungkan kehidupan manusa. Di sisi lain, globalisasi dapat menimbulkan tantang bagi seseorang. Nah, pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan menghadrikan penjelasan mengenai dampak globalisasi di berbagai bidang seperti hukum, sosial budaya, ekonomi, politik, agama dan kepercayaan, dan inromasi dan komunikasi. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

1. Dampak Globalisasi di Bidang Hukum

Globalisasi telah mingkatkan interdependensi antar negara. Salah satu bentuknya adalah berlakunya standar-standar baku internasional di berbagai bidang kehidupan, melemahnya ikatan primodial, nasional dan etnosentrisme yang kemudian berdampak pada bidang hukum. Indonesia tidak telepas dari pengaruh globalisasi hukum. Fenomena ini tampak pada spirasi masyarkat yang menghendaki adanya perubahan, keterbukaan, keadilan, dan demokrasi. Kecenderungan perubahan di bidang hukum yang dipengaruhi oleh globalisasi adalah diratifikasinya beberapa perangkat konvensi hukum internasional menjadi hukum nasional Indonesia.

2. Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki warga masyarakat terhadpat berbagai hal. Efek globalisasi terhadap budaya sangat menyelurh, salah satu diantaranya adalah busana. Informasi dari masa saja dapat diakses oleh siapa saja membuat perkembangan tata busana berkembang dari yang dulunya masih berdasarkan nilai-nilai budaya sendiri kini kian berubah ke "barat-baratan". Tata busana adalah salah satu contoh globalisasi di bidang sosial budya, contoh lainnya adalah budaya konsumsi, berbicara, berfikir, dan sebagainya.

Dengan berbagai kondisi seperti itu, disadari atau tidak, di era globalisasi ini terdapat kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, yaitu terdapat pertaruangan peradaban atau pertarungan antar budaya Barat dengan Timur. Sepertinya, budaya Barat lah yang menjadi pemenang dari pertarungan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari indikasinya bahwa remaja masa kini begitu menggandrungi budaya impor yang datangnya dari Barat.

3. Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi

Globalisasi perekonomian merupakan suatu prosess ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menajdi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasioal dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasa produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga mmebuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.

Munculnya globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin menipisnya batas-bats geografi dari kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional dan regional. Dengan demikian, banyak negara yang terlibat menjadi satu proses global / mendunia mengikuti kekuatan pasar global sehingga tidak ada konsisi dari pemerintah
Globalisasi ekonomi merupakan penintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global. Segenap aspek perekonomian, pasokan dan permintaan, bahan mentah informasi dan transportasi, tenaga kerja keuangan, distribusi, serta kegiatan pemasaran menyatu dan terintegrasi serta terjalin dalam hubungan saling ketergantungan yang berskala dunia.



4. Dampak Globalisasi di Bidang Politik

Globalisasi mempengaruhi aplikasi kekuasaan, hubungan internasional, kedaulatan negara, dan organisasi internasional. Termasuk di dalamnya adalah perbatasan antar negara tentangga atau bentuk perjanjian-perjanjian / terkait internasional. Misalnya, hubungan Indonesia dan malaysia yang semula berhabat, sempat berselisih paham karena masalah TKI ilegal, penyelundupan kayu logging oleh warga Malaysia, serta lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari wialyah Indonesai dan kini menjadi bagian kedaulatan Malaysia.

5. Dampak Globalisasi di Bidang Agama dan Kepercayaan

Proses globlaisasi yang berdimensi global dapat menyentuh tradisi agama yang mempunyai kekuatan noram, nilai, dan makna yang memberikan dasar etika bagi kehidupan masyarkat. Namun demikian, akibat perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dapat pula menyebabkan terjadinya pergesaran nilai, budaya, dan agama. Pengarauh negatif yang mungkin terjadi dapat membuat orang mencari alternatif spiritual lain untuk pemaknaan makna hidupnya.

6. Dampak Globalisasi di Bidang Informasi dan Komunikasi

Informasi dan komunikasi yang didukung dengan menggunakan teknologi dapat dilakukan dengan mudah dan efektif. Teknologi infomrasi dan komunikasi memberikan efektivitas dan efisensi yang snagat berarti bagi kehiudupan manusia. Media-media masaa seperti radio, televisi, surat kabar, dan film kini didukung teknologi canggih yang dapat mengatasi jarak antara penyampain pesan dan penermia pesan.  Media massa tersebut dapat dipergunakan untuk berkomunikasi antar warga dan menciptakan saling pengertian dan kerja sama antar bangsa. Fenomena tersebut menunjukan bahwa teknologi komunkiasi melalui media massa mampu mempengaruhi pola pikir individu dan masyarkaat.

A. Dampak Positif Globalisasi

1. Di bidang politik
  • Mulai terjadinya perubahan sistem ketatanegaraan di banyak negara.
  • Terjadinya perubahan lembaga-lembaga negara. Misalnya, di Indonesia, lahirnya DPD, MK, dll.
  • Meningkatnya kemunculan partai politik dan meningkatnya kesadaran politik masyarakat.

2. Di bidang ekonomi
  • Rakyat secara mudah memperoleh barang konsumtif yang diperlukan.
  • Mempermudah proses pembangunan industri.
  • Mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Membuka lapangan kerja yang memiliki keterampilan kerja.
  • Suku bunga bank rendah.
  • Meningkatkan ekspor terutama barang hasil produksi industri kecil dan besar serta hasil kerajinan rakyat.
  • Melaksanakan ekonomi kerakyatan seperti yang diamanatkan Pancasila terutama sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dan pasal 33 UUD 1945.

3. Di bidang sosial-budaya
  • Mempercepat perubahan pola kehidupan suatu bangsa.
  • Terjadinya pergeseran nilai kehidupan dalam masyarakat.
  • Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.

4. Di bidang hankam
  • Kerjasama pertahanan dan keamanan.
  • Diperlukan pasukan bersenjata untuk kepentingan perdamaian negara-negara yang sedang bergejolak.


B. Dampak Negatif Globalisasi

1. Di bidang politik
  • Munculnya sikap arogansi politik (kekuasaan dan politik).
  • Berkembangnya tradisi money politic (politik uang) dalam kehidupan masyarakat.

2. Di bidang ekonomi
  • Matinya usaha kecil yang tidak kompetitif.
  • Munculnya kebijaksanaan pemerintah yang tidak menguntungkan petani.

3. Di bidang sosial-budaya
  • Kesulitan pengendalian dan seleksi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.
  • Mudahnya memperoleh barang-barang ilegal seperti barang-barang pornografi dan narkoba.
  • Pudarnya rasa kebersamaan menjadi kehidupan yang sifatnya individualis.
  • Makin meningkatnya budaya kekerasan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

4. Di bidang hankam
  • Munculnya gerakan-gerakan separatisme.
  • Adanya gejala disintegrasi bangsa yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
  • Terjadinya pelanggaran teritorial negara Republik Indonesia.
  • Adanya campur tangan pihak asing terhadap kebijaksanaan dalam negeri Indonesia.

Masyarakat dan bangsa Indonesia perlu mempersiapkan diri agar dapat memenangkan arus globalisasi ini. Tujuannya untuk mendapatkan segi-segi positif dari globalisasi dan mampu menghindarkan diri dari aspek negatif globalisasi. Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut.

  1. Pembangunan kualitas manusia Indonesia melalui pendidikan.
  2. Pemberian keterampilan hidup (life skill) agar mampu menciptakan kreativitas dan kemandirian.
  3. Usaha menumbuhkan budaya dan sikap hidup global, seperti mandiri, kreatif, menghargai karya, optimis, dan terbuka.
  4. Usaha selalu menumbuhkan wawasan kebangsaan dan identitas nasional.
  5. Usaha menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis.

Jadi, bangsa Indonesia harus dapat mengembangkan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) agar mampu menyeleksi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Adanya aspek positif dan negatif dari globalisasi sangat bergantung pada negara yang menerimanya. Bangsa Indonesia tidak akan mendapatkan segi positif dari globalisasi apabila tidak mampu menyiapkan diri dengan baik. Sebaliknya, kita akan mampu menghindari aspek-aspek negatif dari globalisasi apabila kita juga mampu mempersiapkan diri dengan baik pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar